Minggu, 07 September 2008

IMUNISASI CAMPAK

Meski sudah mendapat kekebalan dari ibunya kala di kandungan, si kecil tetap harus diberikan vaksin campak. Mengapa?

USIA DAN JUMLAH PEMBERIAN

PPI mewajibkan pemberian vaksin campak pada usia 9 bulan dan 6 tahun. Sedangkan IDAI merekomendasikan pemberian imunisasi ini pertama diusia lebih dini 6-9 bulan.
Penentuan usia 9 bulan untuk suntikan campak pertama berdasarkan pertimbangan bahwa pada usia tersebut, antibodi bayi yang berasal dari ibunya sudah semakin menurun sehingga butuh antibodi tambahan lewat imunisasi. Maka itu imunisasi sebaiknya dilaksanakan tepat waktu. lagi pula pemberiannya dibawah usia setahun mengingat di Indonesia campak umumnya banyak menyerang anak usia balita.
Berdasarkan rekomendasi IDAI, apabila sampai usia 12 bulan si kecil belum juga mendapatkan imunisasi campak, maka usia 12 bulan itu dapat diberikan vaksin MMR ( Measles Mumps Rubella ). Disisi lain, campak ke-2 yang sedianya diberikan sebagai program BIAS pada SD kelas 1 ( usia 6 tahun ), hendaknya "diabaikan" saja alias tak perlu diberikan apabila pada umur 15 bulan si anak telah menerima imunisasi MMR, kecuali apabila campak belum pernah dilakukan sampai usia 1 tahun.

EFEK SAMPING

Vaksin campak tergolong ringan sekali dan seharusnya tak memiliki efek samping. Namun, karena vaksin dibuat dari virus yang dilemahkan, maka bisa saja satu dari sekian juta virusnya menimbulkan efek samping. Reaksi yang timbul pada tubuh anak berupa demam atau diare. Biasanya demam ringan terjadi satu minggu setelah mendapat suntikan imunisasi, berlangsung selama 1-2 hari. Kadang ada juga efek kemerahan selama sekitar 3 hari, dimulai pada hari ke-7 setelah imunisasi.
Kemerahannya memang seperti campak tapi jauh lebih ringan. Untuk mengatasi reaksi yang muncul pasca imunisasi, bisa dengan minum yang banyak, pakai baju tipis, dan minum obat penurun panas.

0 komentar: